SELAMAT DATANG DI CATATAN RADIOGRAF !

Selamat datang di blog "Catatan Radiograf", perkenalkan nama saya Ajunk Artawijaya creator dari blog sederhana yang sedang anda kunjungi saat ini. Semoga segala artikel di blog ini dapat bermanfaat. Enjoy !

APA ITU CATATAN RADIOGRAF ?

Semua artikel di blog ini berhubungan dengan dunia medis pada umumnya dan dunia pencitraan radiologi pada khususnya. Dimulai dari sejarah penemuan sinar-x hingga berbagai teknik pemeriksaan radiologi dalam dunia medis.

KONVENSIONAL RADIOGRAFI

Pemanfaatan sinar-x dalam dunia pencitraan medis secara konvensional dengan tujuan mendiagnosa kelainan dari pada organ atau struktur anatomis tubuh manusia untuk kemudian dilakukan terapi lebih lanjut..

COMPUTED TOMOGRAPHY SCANNING (CT-SCAN)

CT Scan merupakan penggabungan teknologi komputer dan pemanfaatan radiasi sinar-x dalam pencitrran medis dengan memvisualisasikan organ atau jaringan tubuh manusia dalam bentuk potongan irisan (slice) baik axial, coronal, dsb.

MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI)

Modalitas pencitraan medis dengan memanfaatkan gelombang resonansi magnetic untuk memvisualisasikan organ atau jaringan tubuh manusia tanpa menggunakan energi radiasi sinar-x.

ULTRASONOGRAPHY (USG)

Bentuk lain pencitraan medis dengan memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi (ultrasound) guna memvisualisasikan organ atau jaringan tubuh manusia tanpa menggunakan energi radiasi sinar-x.

Saturday, August 7, 2010

Anatomi Abdomen

ABDOMEN adalah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuknya lonjong dan meluas dari atas dari drafragma sampai pelvis di bawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua bagian, abdomen yang sebenarnya yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar dari pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan lebih kecil. Batas-batas rongga abdomen adalah di bagian atas diafragma, di bagian bawah pintu masuk panggul dari panggul besar, di depan dan di kedua sisi otot-otot abdominal, tulang-tulang illiaka dan iga-iga sebelah bawah, di bagian belakang tulang punggung dan otot psoas dan quadratus lumborum. Bagian dari rongga abdomen dan pelvis beserta daerah-daerah (Pearce, 1999).
Rongga Abdomen dan Pelvis (Pearce, 1999)
Keterangan : 
1. Hipokhondriak kanan 
2. Epigastrik 
3. Hipokhondriak kiri 
4. Lumbal kanan 
5. Pusar (umbilikus) 
6. Lumbal kiri 
7. Ilium kanan 
8. Hipogastrik
9. Ilium kiri

Isi dari rongga abdomen adalah sebagian besar dari saluran pencernaan, yaitu lambung, usus halus dan usus besar (Pearce, 1999).

Wednesday, August 4, 2010

Teknik Radiografi Mastoid Bone

Basic :
  • Axiolateral oblique (Modified Law)
  • Axiolateral oblique (Stenver’s) 
  • AP Axial (Town)
Special :
  • Axiolateral (Schuller)
  • Axiolateral oblique (Arcelin - reverse Stenvers) 
  • Axiolateral Oblique (Mayer method and Owen modification)
1. Axiolateral oblique projection (Modified Law Method)
  • Kelainan yang ditampakkan : proyeksi ini menampakkan beberapa kelainan pada processus mastoideus.
    • kedua sisi diperiksa sebagai perbandingan.
  • Posisi pasien : Erect atau prone . Tekuk daun telinga pada mastoid yang diperiksa untuk mengurangi superimposisi dengan mastoid.
  • Posisi obyek :
    • letakkan sisi lateral kepala menempel meja/permukaan bucky dengan bagian yang akan dperiksa berada dekat dengan IR. Tubuh dioblique kan untuk membuat pasien bisa senyaman mungkin.
    • atur MSP pararel dengan bidang permukaan meja/bucky. Dari posisi lateral, obliqkan wajah 15 derajat terhadap IR. Hindari tilting dengan mengatur Interpupilary line tegak lurus permukaan meja/bucky.
    • atur dagu agar IOML tegak lurus pada tepi depan IR 
  • CR : 15 derajat ke caudad
  • CP : 1 inchi posterior dan 1 inchi superior MAE yang jauh dari IR. 
  • FFD : 100 cm
  • Struktur yang ditampakkan : tampak gambaran mastoid air cell dan struktur tulang yang dekat dengan IR

Teknik Radiografi Nasal Bone (I)

Basic :
Special : 
  • Superoinferior 
1. Lateral Position
  • Patologi yang ditampakkan : Fracture nasal bone
  • Dapat Dibuat foto perbandingan dengan sisi yang diperiksa berada dekat dengan kaset. 
  • Posisi Pasien : prone atau erect 
  • Posisi Obyek :
    • atur sisi lateral bagian yang akan diperiksa dekat dengan kaset 
    • atur nasal agar berada ditengah-tengah kaset 
    • atur kepala agar true lateral dan posisi tubuh pasien agak oblique agar pasien merasa nyaman.
    • atur MSP pararel terhadap permukaan meja/bucky. 
    • IOML tegak lurus terhadap IR.
  • CR : tegak lurus IR
  • CP : ½ inchi inferior nasion 
  • FFD : 40 inci (100 cm)
  • Catatan :
    • Tahan nafas saat eksposi